Selasa, 15 September 2015

Derita Sakit Gigi

Tempelkan Kapas Berminyak Angin Bisa Usir Sakit Gigi?

Tempelkan Kapas Berminyak Angin Bisa Usir Sakit Gigi?

Agen13 - Di masyarakat beredar aneka cara meredakan sakit gigi tanpa perlu berobat ke dokter. Hmm, bisa menghemat ongkos berobat. Salah satu caranya adanya dengan menempelkan kapas yang diolesi minyak angin di gigi yang sakit.

"Ya, saya pernah dengar cara menempelkan kapas yang diolesi minyak angin itu. Biasanya kapas dimasukkan ke gigi yang bolong, lalu digigit. Mungkin saja sakitnya berkurang, tapi tetap saja kalau penyebab sakitnya adalah gigi bolong, kapas dan minyak angin tidak bisa menambal gigi," kata drg Irayani Queencyputri dari Hendra Hidayat Dental Center, dalam perbincangan dengan Agen13 dan ditulis pada Selasa (15/9/2015).

Selain mengandalkan kapas yang diolesi minyak angin, masyarakat juga mengonsumsi pain killer untuk mengatasi sakit giginya. Setelah rasa sakit berkurang, seringkali mereka lupa untuk mengecek apa penyebab sakit giginya ke dokter. Alhasil beberapa waktu kemudian, rasa sakit akan kembali dirasakan.

"Kalau terlalu sering mengoleskan minyak angin ke area gigi, bisa-bisa gigi rapuh. Karena itu kan peruntukannya bukan untuk gigi. Hendaknya sih jangan memasukkan atau mengoleskan apa-apa di gigi," imbuh drg Ira.

Baca juga: Makan Bakso Panas Plus Es Teh, Enak Sih Tapi Gigi yang Tersiksa

Pada saat gigi sakit, beberapa orang pun memilih untuk menggosok giginya kuat-kuat. Sepertinya semakin kuat menggosok, semakin banyak bakteri penyebab sakit gigi yang mati. Padahal, sakit gigi karena gigi bolong tidak bisa sembuh hanya dengan menggosok gigi.

"Gosok gigi paling hanya bikin gigi bersih saja. Kalau gigi tidak ditambal ya tetap saja bolong. Kalau merasa sakit gigi, mendingan dicek saja ke dokter untuk diketahui apa penyebabnya," ucap perempuan asal Makassar ini.


Selasa, 01 September 2015

Sedang Sedih? Jangan Ragu Untuk Menangis, Ini Manfaatnya Bagi Tubuh

Sedang Sedih? Jangan Ragu Untuk Menangis, Ini Manfaatnya Bagi Tubuh

Agen13  - Saat suasana hati sedang sedih, terkadang keinginan untuk menangis tak bisa ditahan lagi. Jangan takut dibilang cengeng, menangis juga bermanfaat bagi tubuh!

Ya, sebuah penelitian menyebutkan bahwa menangis dapat membantu memperbaiki mood dan menyehatkan mental. Dengan meluapkan emosi melalui air mata, suasana hati diyakini dapat membaik. Seperti diketahui bahwa menahan emosi dapat menimbulkan kecemasan, kegelisahan, kelelahan, agresi, yang jika didiamkan dapat mengarah pada gangguan emosional.

"Menangis memang baik karena dapat membantu membuat Anda merasa lebih lega. Emosi yang tertahankan saat sedang ada masalah juga bisa teratasi dengan menangis, ini manusiawi," tutur peneliti dari University of Tilburg di Belanda, Asmir Gracanin.

Dalam studi yang telah dipublikasikan dalam jurnal Motivation and Emotion ini, peneliti menganalisis sekitar 60 orang responden yang diminta untuk menonton film yang dinilai membuat sedih. Sebagian diperbolehkan untuk menangis, sementara sebagian lainnya tidak.

Baca juga: Ciri Khas Skizofrenia, Gangguan Bipolar, dan Kepribadian Ganda

Sekitar 90 menit setelah film usai, mereka yang diperbolehkan untuk menangis sepanjang menonton film dilaporkan memiliki mood yang lebih baik, dibandingkan mereka yang tak diperbolehkan menangis.

Selain menyehatkan dari sisi emosional, menangis juga membantu membersihkan mata secara alami. Ya, pada dasarnya air mata memang dapat membasahi bola mata dan kelopak mata, sehingga mencegah membran mukosa mengalami kekeringan.

Air mata juga memiliki kemampuan untuk membunuh bakteri dan virus. Cairan air mata secara alami mengandung lisozim, cairan yang dapat membunuh 90-95 persen dari hampir semua jenis bakteri yang dapat menyerang mata hanya dalam 5-10 menit.

Hal ini dibenarkan oleh psikolog anak lulusan Magister Profesi Klinis Anak Universitas Indonesia, Ratih Zulhaqqi, MPsi. Menurutnya, menangis adalah manifestasi dari bentuk perasaan tertentu, bisa saja perasaan senang, sedih, atau terharu.

"Ada beberapa orang yang cukup sensitif secara emosi sehingga mudah sekali mengeluarkan air mata karena emosinya mendominasi keputusan atau penyelesaian masalah," ujar Rati.